Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat pada Minggu (9/11/2025). Dalam rentang waktu sekitar 40 menit, gunung api paling aktif di Indonesia ini meluncurkan empat kali awan panas guguran yang mengarah ke barat daya, tepatnya ke hulu Sungai Bebeng dan Krasak.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa peristiwa pertama terjadi pada pukul 14.57 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.500 meter ke arah barat daya.
“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Minggu (9/11) pukul 15.19 WIB dengan estimasi jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya, tepatnya di hulu Kali Krasak,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu sore.
Agus menambahkan, awan panas guguran ketiga terjadi pada pukul 15.32 WIB dengan estimasi jarak luncur 1.600 meter ke arah barat daya hulu Kali Bebeng dan Krasak, disusul aktivitas keempat pada pukul 15.36 WIB dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter (2 km). Aktivitas terakhir tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimal 54,29 mm dan durasi 177,37 detik.
BPPTKG menegaskan bahwa status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga. Masyarakat di sekitar lereng Merapi diminta tetap tenang, mematuhi rekomendasi resmi, dan tidak beraktivitas dalam radius 3–7 kilometer dari puncak sesuai arah bukaan kawah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal BPPTKG Yogyakarta dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Agus.
Merdeka.com
