Kemdiktisaintek Perkuat Penanganan Bencana Berbasis Kampus

Kemdiktisaintek Perkuat Penanganan Bencana Berbasis Kampus

Kemdiktisaintek memperkuat koordinasi penanganan bencana di Sumatra Utara setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah kampus. Sebanyak 14 perguruan tinggi terdampak dengan total 2.743 sivitas akademika. Aktivitas belajar terhenti karena akses terputus, sementara sebagian mahasiswa dan dosen harus mengungsi sementara.

Kemdiktisaintek bersama pemerintah daerah melakukan pemetaan dampak, menyalurkan bantuan darurat, dan menyiapkan rencana revitalisasi. Wamen Stella Christie mengatakan posko kampus dapat mengajukan kebutuhan tambahan agar proses tanggap darurat lebih cepat dan tidak terhambat mekanisme administrasi.

Sejumlah perguruan tinggi bergerak memberikan bantuan. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan menyediakan Psychological First Aid bagi anak-anak. Universitas Aufa Royhan membuka posko dan mengirim relawan. Universitas Jambi menyalurkan logistik, membuka posko, dan memberi layanan konseling. USU mendirikan posko USU Peduli untuk menyalurkan bantuan logistik, tenaga medis, dan donasi ke berbagai daerah terdampak.

Perguruan tinggi lain juga terlibat, termasuk Fakultas Kedokteran UNIMED, mahasiswa UMA yang membantu evakuasi longsor di Sibolga, serta jaringan relawan Universitas Padjadjaran. Di Langkat, Politeknik Negeri Medan dan UMSU mengirim bantuan medis dan logistik.

Kemdiktisaintek memperkuat koordinasi posko untuk distribusi pangan. Tenaga medis TNI diterjunkan melalui Pangkalan AU Soewondo, dilengkapi layanan kesehatan keliling dan penyaluran peralatan medis ringan untuk mempercepat penanganan di wilayah terdampak. Dikutip dari RRI.co.id