Banyuwangi – Kementerian Koperasi mendorong UMKM di Banyuwangi, Jawa Timur, untuk meningkatkan kapasitas menjadi industri kecil agar produk mereka bisa dijual melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta dinas koperasi dan BP-BUMN mendampingi UMKM agar berkembang. Ia menekankan pentingnya produksi mandiri meski sederhana agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen.
Ferry optimistis Kopdes Merah Putih dapat mendorong kemajuan desa dan kelurahan jika bisnis dijalankan secara adil. Peluncuran Kopdes Merah Putih Tukangkayu menandai beroperasinya koperasi pertama, sementara 63 titik lain sedang dibangun.
Ketua Koperasi Tukangkayu, Imam Maskun, menyebut kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, dan minyak dijual lebih murah atau di bawah harga eceran tertinggi. Pembayaran digital melalui QRIS juga diberikan cashback untuk pembelian tertentu.
Kopdes Merah Putih Tukangkayu menjadi percontohan nasional, menyediakan simpan pinjam, sembako murah, dan elpiji 3 kg bekerja sama dengan Bulog dan Pertamina. Hingga Desember 2025, tercatat 36 ribu titik siap dibangun di seluruh Indonesia.
Pada Juli 2025, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan lebih dari 80 ribu Kopdes Merah Putih secara serentak di Klaten, Jawa Tengah, diikuti secara virtual seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com
