Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengonfirmasi kabar duka atas gugurnya satu prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon akibat serangan artileri, Minggu (29/3). Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa selain satu personel yang wafat, terdapat satu prajurit luka berat dan dua lainnya luka ringan yang kini telah mendapatkan penanganan medis. Insiden tragis ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di wilayah Lebanon Selatan, khususnya di Kota Adshit al-Qusyar yang menjadi lokasi kontingen Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan tersebut menyasar wilayah tugas pasukan perdamaian di saat situasi saling serang artileri antar pihak yang bertikai semakin memanas. Pihak Kemhan menegaskan bahwa proses klarifikasi dan investigasi lebih lanjut saat ini sedang dilakukan oleh otoritas UNIFIL untuk memastikan detail peristiwa tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi personel TNI dalam menjalankan misi kemanusiaan dan perdamaian di zona konflik internasional yang dinamis.
Pemerintah melalui Mabes TNI dipastikan akan segera menyampaikan informasi lebih mendalam serta perkembangan terbaru mengenai identitas korban dan situasi operasional di lapangan. Kemhan berkomitmen untuk terus memantau kondisi keamanan seluruh personel yang bertugas guna memastikan perlindungan maksimal bagi para penjaga perdamaian Indonesia. Fokus utama saat ini adalah memberikan perawatan terbaik bagi korban luka dan memastikan hak-hak prajurit yang gugur dalam tugas negara terpenuhi dengan semestinya. Dikutip dari Antaranews.com
