Kudus – Grab Indonesia dan OVO bekerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas program “Kota Masa Depan” untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan mitra ekonomi kreatif (ekraf) di Kudus, Jawa Tengah.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mengatakan pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM dari hulu ke hilir untuk mengoptimalkan potensi ekonomi nasional. Saat ini, sekitar 25 juta UMKM di Indonesia telah beralih ke platform digital, dan 70 persen ekonomi digital didorong oleh sektor e-commerce.
Program Kota Masa Depan yang dijalankan Grab dan OVO memperluas digitalisasi hingga ke daerah-daerah agar lebih banyak UMKM dan mitra pengemudi ojek online dapat meningkatkan daya saing dan akses pasar. Kudus memiliki potensi UMKM yang kuat, khususnya di sektor kuliner, perdagangan, kerajinan tangan, dan pengolahan. Ratusan pelaku UMKM lokal mengikuti pendampingan dan penguatan kapasitas usaha melalui program ini.
Selain pelatihan digital, program ini mengenalkan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi UMKM. Grab sebelumnya telah memberdayakan lebih dari 1.100 UMKM perempuan melalui komunitas Serabi, mendukung adopsi teknologi AI untuk memperluas pasar.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan pihaknya berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan UMKM dengan percepatan inklusi digital dan keuangan. Pelaku UMKM memperoleh pendampingan mulai dari sertifikasi halal, pelatihan digital online, hingga sesi berbagi praktik terbaik secara tatap muka.
Saat ini, 25 juta mitra UMKM di Indonesia telah bergabung dalam ekosistem digital, bagian dari upaya pemerintah mendukung 57 juta UMKM agar naik kelas dan lebih berdaya saing. Dikutip dari Antaranews.com
