Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengeklaim bahwa saat ini sudah tidak ada lagi keluhan atau teriakan dari petani terkait ketersediaan dan harga pupuk. Hal ini menyusul kebijakan strategis pemerintah yang menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak Oktober 2025. Menurut Mentan, kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin produktivitas pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional yang saat ini telah tercapai pada sembilan komoditas pokok strategis.
Penurunan harga pupuk sebesar 20 persen ini mencetak sejarah baru dalam program subsidi di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025. Amran menegaskan bahwa efisiensi harga ini dilakukan melalui revitalisasi industri dan pemangkasan rantai distribusi tanpa menambah beban subsidi dari APBN. Pemerintah juga memastikan bahwa selain harga yang lebih terjangkau, volume pupuk tetap tersedia tepat waktu agar tidak menghambat musim tanam di berbagai daerah sentra produksi pangan.
Untuk mendukung keberlanjutan program ini di tahun 2026, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 9,8 juta ton dengan total nilai mencapai Rp46,87 triliun. Alokasi tersebut mencakup jenis Urea dan NPK guna memastikan stabilitas produksi nasional tetap terjaga. Mentan optimis bahwa dengan kombinasi harga yang murah dan distribusi yang lancar, pondasi swasembada pangan Indonesia akan semakin kokoh dalam menghadapi tantangan krisis pangan global. Dikutip dari Antaranews.com
