Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa APBN 2026 merupakan instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat dan membangun jaring pengaman sosial. Dalam sebuah dialog publik di Jakarta, ia menjelaskan bahwa negara melakukan intervensi nyata melalui berbagai program subsidi dan bantuan pendidikan. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat melalui kebijakan fiskal yang berorientasi pada pemerataan manfaat.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan utama dengan alokasi anggaran mencapai 350 triliun rupiah yang ditargetkan menyasar hingga 84 juta penerima manfaat. Misbakhun menilai langkah ini sangat krusial untuk mencegah masalah kekurangan gizi pada generasi mendatang agar sumber daya manusia Indonesia tetap kompetitif. Dengan menyediakan jutaan porsi makanan setiap hari, APBN berfungsi sebagai alat untuk mentransformasi kualitas hidup masyarakat secara langsung melalui belanja negara.
Di sisi lain, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin memaparkan bahwa target pertumbuhan ekonomi dalam UU APBN 2026 ditetapkan sebesar 5,4 persen sebagai fondasi menuju capaian yang lebih tinggi. Kondisi ekonomi nasional dinilai masih cukup tangguh dan stabil di kisaran lima persen berkat koordinasi yang baik dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi antara kebijakan jaring sosial dan stabilitas makroekonomi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Dikutip dari RRI.co.id
