Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam mendorong literasi digital dan pengembangan talenta digital nasional melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Program ini dijalankan bekerja sama dengan 35 mitra strategis untuk menghadapi percepatan ruang digital yang jauh lebih cepat dibanding regulasi.
Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pujianto, menyatakan bahwa kolaborasi ini memanfaatkan jangkauan pelatihan, inovasi teknologi pembelajaran, dan jejaring komunitas mitra hingga tingkat akar rumput. “Kolaborasi ini ditargetkan menghasilkan modul literasi digital, penguatan antisipasi risiko teknologi baru, serta mitigasi ancaman deepfake dan manipulasi informasi berbasis AI generatif,” ujarnya.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyoroti meningkatnya risiko di ruang digital, terutama yang berdampak pada anak-anak dan perempuan, termasuk konten berbahaya dan judi online. Ia menekankan pentingnya menjaga manfaat internet sekaligus melindungi masyarakat dari dampak negatifnya.
Pemerintah menekankan literasi digital harus menjangkau kelompok rentan, pelajar, perempuan, UMKM, komunitas keagamaan, dan masyarakat pedesaan, dengan peran aktif penyuluh, aktivis muda, kepala daerah, serta organisasi masyarakat. Dikutip dari RRI.co.id
