Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 mencapai 278.868 unit rumah subsidi. Capaian senilai Rp34,64 triliun ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah sejak program dimulai pada 2010.
Dana tersebut disalurkan melalui 40 bank ke 13.249 lokasi perumahan di 33 provinsi. Pekerja swasta menjadi penerima manfaat terbesar dengan jumlah 205.311 unit, diikuti oleh wiraswasta, PNS, dan TNI/Polri. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, segmen PNS mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 145,7 persen.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyaluran terbanyak sebesar 62.591 unit rumah. Untuk tingkat daerah, Kabupaten Bekasi berada di posisi pertama dengan 14.702 unit, disusul oleh Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Meskipun realisasi ini mencapai 79,68 persen dari target pemerintah sebesar 350 ribu unit, BP Tapera menegaskan bahwa volume penyaluran tahun ini tetap melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.
Hampir seluruh unit yang dibiayai merupakan rumah tapak, sementara rumah susun hanya berjumlah tiga unit. Dikutip dari Antaranews.com
