Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan penanganan darurat terhadap jebolnya tanggul Sungai Kalimalang di Kecamatan Telukjambe Barat dengan memasang bronjong batu. Langkah ini diambil sebagai upaya sementara untuk menahan luapan air agar tidak semakin meluas ke area pemukiman warga. Bupati Karawang Aep Syaepuloh menjelaskan bahwa tanggul tersebut jebol akibat faktor usia yang sudah tua setelah sebelumnya mengalami keretakan yang melebar hingga enam meter.
Dampak dari jebolnya tanggul ini mengakibatkan sekitar 400 kepala keluarga di Desa Margakaya terdampak banjir dan sebagian areal persawahan ikut terendam. BPBD Karawang masih terus melakukan pendataan terkait kerugian materi dan luas lahan pertanian yang terdampak. Pemerintah daerah berupaya keras memastikan keselamatan warga dengan menyiagakan personel di titik-titik rawan luapan air.
Untuk mengurangi tekanan air di lokasi kejadian, koordinasi telah dilakukan dengan pihak terkait untuk mematikan pompa air di Bendung Curug yang mengarah ke Sungai Kalimalang. Pemkab Karawang juga mendesak BBWS Citarum agar segera melakukan perbaikan permanen pada struktur tanggul yang rusak. Penanganan terpadu ini diharapkan dapat segera memulihkan kondisi wilayah terdampak dan mencegah banjir susulan bagi masyarakat sekitar. Dikutip dari RRI.co.id
