Batam – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) secara aktif mendorong pemberdayaan pondok pesantren melalui pembangunan ekosistem jual beli komoditas dan jasa antarpesantren. Langkah strategis ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga kekuatan ekonomi syariah yang mandiri. Melalui Himpunan Bisnis Pesantren (Hebitren), BI Kepri mengarahkan 14 pesantren percontohan dari total 59 pesantren yang ada untuk mulai saling terkoneksi dalam rantai pasok bisnis yang produktif.
Kepala KPw BI Kepri, Rony Widijarto, menjelaskan bahwa skema yang diterapkan memungkinkan setiap pondok pesantren saling menyerap produk unggulan satu sama lain dengan harga yang kompetitif. Fokus komoditas yang diperdagangkan meliputi kebutuhan pangan seperti cabai merah, cabai hijau, semangka, dan daging bebek, hingga layanan jasa seperti binatu (laundry). Sebagai langkah konkret, sebanyak 10 kesepakatan kerja sama telah ditandatangani pada pembukaan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026, yang didukung dengan bantuan dana pendukung mencapai Rp1,4 miliar.
Beberapa kolaborasi yang mulai berjalan di antaranya adalah kerja sama antara Ponpes Al Gontory Batam dengan Al Himmah Karimun serta Ponpes Imam Syafiie Batam dengan Al Kautsar Tanjungpinang untuk distribusi cabai. BI Kepri juga menyiapkan dukungan berupa sarana prasarana serta pelatihan studi banding guna meningkatkan kapasitas unit usaha pesantren. Dengan penguatan internal melalui Hebitren ini, pondok pesantren di Kepri diharapkan dapat naik kelas menjadi penyedia kebutuhan masyarakat luas, sekaligus memperkuat struktur ekonomi syariah yang inklusif di wilayah Kepulauan Riau. Dikutip dari Antaranews.com
