Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara memastikan kebutuhan listrik masyarakat di Provinsi Aceh tetap terpenuhi pascabencana banjir dan tanah longsor melalui dukungan program seribu genset. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini bertujuan agar aktivitas warga tidak terhenti meskipun proses pemulihan infrastruktur utama masih berlangsung. Saat ini terdapat enam puluh delapan desa yang sudah menggunakan genset darurat sebagai sumber arus listrik sementara demi menjaga kelancaran kebutuhan harian masyarakat setempat.
Meskipun pasokan listrik sementara telah tersedia, pihak PLN mengakui bahwa proses pemulihan jaringan permanen secara menyeluruh menghadapi tantangan yang cukup berat. Kendala utama di lapangan adalah rusaknya infrastruktur transportasi yang menghubungkan antarwilayah terdampak. Tercatat ada seratus tujuh puluh satu titik longsor dan empat belas jembatan yang rusak, sehingga menghambat mobilisasi alat berat serta material kelistrikan yang diperlukan untuk perbaikan jaringan utama.
Demi mempercepat proses normalisasi, PLN terus menjalin koordinasi intensif dengan jajaran TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk membuka akses jalan yang tertutup. Pihak manajemen menekankan bahwa keselamatan petugas dan kelancaran akses alat berat sangat bergantung pada kondisi jalur darat yang sedang diperbaiki. PLN berkomitmen untuk terus berupaya mengalirkan listrik secara penuh ke seluruh wilayah Aceh seiring dengan kemajuan pembersihan material longsor dan perbaikan sarana penghubung di lapangan. Dikutip dari RRI.co.id
