Prabowo Saksikan Kerja Sama Danantara dengan Arm untuk Kembangkan Industri Semikonduktor

Prabowo Saksikan Kerja Sama Danantara dengan Arm untuk Kembangkan Industri Semikonduktor

Amman – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerangka kerja strategis antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara dengan perusahaan teknologi asal Inggris, Arm Limited, di London. Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam membangun kemandirian industri semikonduktor nasional serta memperkuat ekosistem digital Indonesia. Dalam prosesi tersebut, Danantara diwakili oleh CEO Rosan Perkasa Roeslani, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, dengan didampingi sejumlah menteri koordinator guna memastikan integrasi kebijakan teknologi dengan ketahanan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pemilihan Arm Limited sebagai mitra strategis didasarkan pada dominasi perusahaan tersebut yang menguasai mayoritas pasar desain chip otomotif, pusat data, dan kecerdasan buatan di tingkat global. Kerja sama ini difokuskan pada penguasaan teknologi di sektor hulu industri semikonduktor, yaitu desain mikrochip, yang selama ini menjadi komponen krusial dalam perkembangan teknologi masa depan. Langkah ini dipandang sebagai sebuah lompatan besar bagi Indonesia agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menguasai inti dari inovasi digital dunia.

Salah satu poin utama dalam perjanjian Danantara dan Arm adalah target pelatihan bagi 15.000 insinyur Indonesia untuk menjadi ahli dalam desain chip dan pengembangan semikonduktor generasi terbaru. Program pengembangan sumber daya manusia ini akan dilakukan melalui skema pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun pendampingan langsung oleh ahli dari Arm di Indonesia dengan modul pelatihan khusus. Pemerintah berharap melalui investasi pada kapasitas insinyur lokal dan penguatan kedaulatan teknologi ini, Indonesia dapat memiliki daya saing yang kuat serta mampu membangun rantai pasok semikonduktor mandiri dalam beberapa tahun ke depan. Dikutip dari Antaranews.com