Jakarta – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menggunakan pendekatan realistis dalam menyikapi konflik di Gaza. Saat ini, Board of Peace dinilai sebagai satu-satunya opsi konkret yang tersedia untuk mengupayakan gencatan senjata dan perdamaian. Meski menyadari adanya risiko, Presiden tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tidak akan ragu mengambil sikap tegas jika jalur tersebut bertentangan dengan kepentingan nasional Indonesia.
Dalam memperkuat posisi diplomasi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan solidaritas dengan negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Yordania. Melalui diskusi yang berlangsung terbuka dan dua arah, pemerintah menganalisis berbagai skenario, mulai dari peluang keberhasilan hingga dampak negatif yang mungkin muncul. Pendekatan ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menanggapi isu strategis internasional secara mendalam dan transparan.
Menteri Luar Negeri periode 1999-2001, Alwi Shihab, turut menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace tidak akan melunturkan komitmen terhadap perjuangan Palestina. Presiden secara tegas memastikan bahwa Indonesia tetap berpegang teguh pada dukungan kemerdekaan Palestina meski bergabung dalam mekanisme tersebut. Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata negara untuk tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kebijakan luar negeri. Dikutip dari RRI.co.id
