Banjarbaru – Presiden prabowo subianto menetapkan target pembangunan 500 sekolah rakyat hingga tahun 2029 untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Program ini diharapkan mampu menampung hingga 500 ribu anak sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di indonesia. Hal tersebut disampaikan presiden saat meresmikan 166 sekolah rakyat secara serentak di 34 provinsi melalui acara peresmian yang berpusat di banjarbaru, kalimantan selatan.
Dalam penjelasannya, setiap kampus sekolah rakyat dirancang memiliki kapasitas sekitar 1.000 siswa sehingga total peserta didik secara nasional dapat mencapai angka setengah juta anak pada akhir periode pembangunan. Saat ini jumlah murid yang terdaftar telah mencapai 15.000 orang dan diproyeksikan akan terus bertambah menjadi 30.000 siswa pada akhir tahun 2026. Presiden juga memberikan apresiasi kepada jajaran kementerian terkait, khususnya kementerian sosial, atas keberhasilan memulai program pendidikan inklusif tersebut.
Kepala negara menegaskan tekadnya untuk mengubah nasib masyarakat yang berada di garis kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan sebelum masa jabatannya berakhir di tahun 2029. Dengan ketersediaan sekolah rakyat yang merata di berbagai daerah, pemerintah optimis bahwa target pemerataan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai. Program ini dipandang sebagai pilar utama dalam strategi pembangunan nasional untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dikutip dari RRI.co.id
