Jakarta – Direktur Penyiapan Lahan dan PSU Kementerian PKP, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa Program Tiga Juta Rumah menjadi strategi pemerintah untuk pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat rentan. Program ini menyasar kelompok berpendapatan rendah melalui pembangunan rumah terjangkau, renovasi hunian, dan penyediaan hunian vertikal di perkotaan.
Indra menyebutkan, Indonesia memiliki sekitar 285 juta penduduk dengan 93 juta keluarga, di mana 60 persen termasuk kategori miskin, miskin ekstrem, atau rentan. Backlog perumahan nasional mencapai 36,7 juta keluarga, dengan 20,9 juta menempati rumah tidak layak, 6 juta menghadapi backlog gabungan, dan 9,8 juta belum memiliki rumah.
Program ini dibagi berdasarkan wilayah strategis:
- Perdesaan: pembangunan dan renovasi rumah bagi 2 juta keluarga melalui BSPS, biaya rata-rata Rp21 juta per rumah.
- Pesisir dan permukiman kumuh: relokasi ke rumah sewa sosial di 1.200 lokasi prioritas dengan anggaran Rp26 triliun, skema APBN dan KPBU.
- Perkotaan: penyediaan 1 juta unit hunian vertikal dengan dukungan swasta, menekan backlog perkotaan.
Total investasi program diproyeksikan Rp310 triliun, melalui APBN, KPBU, dan investasi swasta. Dampak program diperkirakan menurunkan kemiskinan hingga 5 persen, menyumbang 8 persen pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan 250 ribu lapangan kerja per tahun di sektor konstruksi.
Indra menekankan, Program Tiga Juta Rumah bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga proyek kemanusiaan jangka panjang untuk memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia. Dikutip dari RRI.co.id
