Tasikmalaya – PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya menghadiri undangan Rapat Operasi Gabungan (Opsgab) yang diselenggarakan di Kantor Samsat Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, pada Kamis (09/04). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan manajemen PT Jasa Raharja dalam rangka optimalisasi pendapatan serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.
Rapat Opsgab ini dihadiri oleh unsur pembina Samsat, di antaranya perwakilan Kepolisian, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta PT Jasa Raharja. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam pelaksanaan operasi gabungan di lapangan, khususnya dalam penertiban kendaraan bermotor yang belum melakukan kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Dalam rapat tersebut, dibahas strategi pelaksanaan Opsgab yang efektif dan terintegrasi, termasuk penentuan lokasi prioritas, mekanisme penindakan, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat. Hal ini dilakukan guna meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan melalui pembayaran SWDKLLJ.
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Wahyu Pria Wibowo, SE menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah serta memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas.
“Melalui kegiatan Opsgab ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya memenuhi kewajiban administrasi kendaraan bermotor. Selain sebagai bentuk kepatuhan hukum, pembayaran SWDKLLJ juga memberikan jaminan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
PT Jasa Raharja bersama mitra kerja Samsat akan terus berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya strategis, baik melalui kegiatan operasi gabungan, sosialisasi, maupun inovasi layanan, guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar PKB dan SWDKLLJ.
Dengan sinergi yang kuat antarinstansi, diharapkan target optimalisasi pendapatan dapat tercapai serta tercipta budaya tertib administrasi kendaraan bermotor di tengah masyarakat.
