Penasihat Khusus PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA), Ratu Maxima, mengunjungi Jakarta dan menekankan pentingnya kesehatan finansial yang lebih komprehensif bagi masyarakat, melampaui sekadar inklusi keuangan.
Dalam konferensi pers bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ratu Maxima menguraikan empat pilar utama kesehatan finansial:
- Pengelolaan Keuangan Pribadi: Pentingnya membuat anggaran dan menabung untuk kebutuhan mendesak guna mengurangi stres finansial.
- Jangkauan Finansial: Masyarakat harus memiliki akses ke produk keuangan seperti tabungan, kredit, dan pembayaran untuk mencapai tujuan jangka panjang.
- Ketahanan Finansial: Kesiapan menghadapi risiko, seperti ketidakpastian pendapatan dan perubahan iklim, melalui perlindungan asuransi (kesehatan, jiwa, kecelakaan).
- Kepercayaan Diri dalam Pengelolaan Finansial: Kondisi finansial yang sehat meningkatkan kepercayaan diri, produktivitas, dan kemampuan masyarakat untuk berkembang.
Ratu Maxima juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat literasi dan kesehatan finansial di Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyambut baik pesan Ratu Maxima, menyebut konsep ini lebih lengkap dari inklusi keuangan. OJK menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dalam membangun sistem keuangan demi memperkuat kesejahteraan finansial masyarakat. Dikutip dari RRI.co.id
