Rupiah Melemah Tertekan Sentimen Pengiriman Pasukan AS ke Timur Tengah

Rupiah Melemah Tertekan Sentimen Pengiriman Pasukan AS ke Timur Tengah

Jakarta – Nilai tukar rupiah ditutup melemah 75 poin ke level Rp16.979 per dolar AS pada perdagangan Jumat, menyusul meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Pengamat mata uang, Ibrahim Assuabi, menilai tekanan terhadap rupiah dipicu oleh keputusan Amerika Serikat yang mengirimkan pasukan ke wilayah konflik tersebut. Meskipun terdapat pengumuman penghentian serangan terhadap infrastruktur energi, langkah AS yang mempertimbangkan penggunaan pasukan darat untuk merebut pusat minyak strategis di Pulau Kharg, Iran, memicu kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Krisis ini diperkirakan berdampak lebih besar dibandingkan guncangan minyak tahun 1970-an, mengingat potensi hilangnya pasokan minyak global hingga 11 juta barel per hari. Kondisi tersebut memaksa pasar untuk bersiap menghadapi skenario inflasi tinggi yang berkepanjangan. Akibatnya, para pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Jika sebelumnya pedagang memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, ketidakpastian konflik global kini membuat taruhan dovish tersebut kian menyusut.

Sejalan dengan pergerakan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan ke level Rp16.957 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.903. Pelemahan mata uang Garuda ini mencerminkan sentimen negatif investor yang cenderung beralih ke aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian perang antara AS dan Iran. Upaya pemantauan terhadap kebijakan suku bunga The Fed dan dinamika harga minyak mentah dunia menjadi faktor kunci bagi pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Dikutip dari Antaranews.com