Terminal Cicaheum Bandung Pastikan Kenaikan Tarif Bus Mudik 2026 Masih di Batas Wajar

Terminal Cicaheum Bandung Pastikan Kenaikan Tarif Bus Mudik 2026 Masih di Batas Wajar

Bandung – Pengelola Terminal Tipe A Cicaheum, Kota Bandung, memastikan bahwa kenaikan tarif bus antarkota selama masa mudik Lebaran 2026 masih berada dalam batas wajar. Meskipun terdapat penyesuaian harga atau tuslah, pihak terminal terus melakukan pemantauan ketat agar kebijakan tersebut tidak memberatkan masyarakat. Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, menjelaskan bahwa kenaikan tarif ini merupakan respon perusahaan otobus (PO) terhadap lonjakan permintaan penumpang yang signifikan menjelang hari raya.

Asep menegaskan bahwa penentuan tarif untuk angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) sepenuhnya merupakan kewenangan pihak PO, bukan otoritas terminal. Sejauh ini, kenaikan tarif bus terpantau rata-rata berkisar di angka 20 persen dibandingkan hari biasa. “Kami terus melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan tidak ada kenaikan tarif yang melampaui batas kewajaran atau merugikan penumpang selama periode angkutan Lebaran ini,” ujar Asep di Bandung, Minggu (15/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah rute populer dari Bandung memang mulai mengalami penyesuaian harga tiket. Sebagai contoh, tarif bus rute Bandung–Solo kini dibanderol sekitar Rp250 ribu dari harga normal Rp200 ribu, sementara rute Bandung–Semarang naik menjadi Rp425 ribu dari sebelumnya Rp375 ribu. Untuk rute jarak jauh seperti Bandung–Surabaya, harga tiket terpantau menyentuh angka Rp640 ribu, dan rute Bandung–Malang berada di kisaran Rp690 ribu per penumpang pada hari ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Terminal Cicaheum melaporkan belum menerima pengaduan resmi dari pemudik terkait adanya praktik pungutan tarif di luar batas atas yang ditetapkan. Pengelola mengimbau masyarakat untuk membeli tiket di loket resmi atau agen terpercaya guna menghindari potensi penipuan harga. Dengan koordinasi intensif antara terminal dan operator bus, diharapkan arus mudik dari Bandung menuju berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat berjalan lancar tanpa terkendala masalah biaya transportasi. Dikutip dari Antaranews.com