Jakarta – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) menyusun model kolaborasi kelembagaan ekonomi kawasan untuk memperkuat tata kelola ekonomi masyarakat transmigrasi di Kawasan Asinua-Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Ketua Tim, Dr. Rifelly Dewi Astuti, menjelaskan model ini dibuat untuk mengatasi fragmentasi pengelolaan ekonomi di tingkat kawasan. Saat ini, kelembagaan ekonomi seperti kelompok tani, koperasi, dan BUMDes sudah ada, namun masih berjalan sendiri-sendiri dan belum berfungsi optimal dalam produksi, pengolahan, dan pemasaran secara kolektif.
Model kolaborasi menempatkan koperasi kawasan sebagai penghubung antara kelompok tani, BUMDes, dan pelaku usaha untuk mengelola produksi, pascapanen, dan akses pasar secara terpadu. Tim UI menyusun model ini melalui riset lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus bersama masyarakat dan pemerintah daerah.
Dalam riset, tim menemukan tantangan seperti keterbatasan akses jalan produksi, minimnya fasilitas pascapanen, dan kapasitas SDM yang terbatas. Masyarakat mengembangkan komoditas seperti padi, jeruk, lada, nilam, dan ternak sapi, namun nilai tambah yang diterima masih terbatas karena pengelolaan belum terintegrasi.
Sekretaris Bappeda Kabupaten Konawe, Adrianto, menilai penguatan kelembagaan ekonomi berbasis kawasan menjadi kebutuhan mendesak dan model Tim UI dapat menjadi referensi awal dalam pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi. Dikutip dari Antaranews.com
