Viral Kurma Keju Jadi Takjil Favorit Ramadhan, Ahli Gizi Ingatkan Kadar Kalorinya

Viral Kurma Keju Jadi Takjil Favorit Ramadhan, Ahli Gizi Ingatkan Kadar Kalorinya

Jakarta – Tren konsumsi kurma keju kini tengah viral dan menjadi menu takjil favorit masyarakat selama bulan suci Ramadhan. Perpaduan unik antara manisnya buah kurma dengan gurihnya keju batang di dalamnya memberikan sensasi rasa baru yang dianggap lebih nikmat dibandingkan mengonsumsi kurma secara biasa. Meskipun kurma dikenal memiliki segudang manfaat kesehatan berkat kandungan serat, mineral, dan kalium yang tinggi, penambahan keju membuat masyarakat perlu lebih bijak dalam mengonsumsinya. Hal ini disebabkan oleh potensi lonjakan kalori yang cukup signifikan akibat kombinasi gula alami dari buah dan lemak protein dari olahan susu tersebut.

Ahli kesehatan sekaligus epidemiolog, dr. Dicky Budiman, menjelaskan bahwa satu butir kurma keju diperkirakan mengandung energi sekitar 80 hingga 120 kilokalori. Secara akumulatif, mengonsumsi lima sampai enam butir kurma keju bisa setara dengan kalori satu porsi nasi lengkap dengan lauk pauknya. Kondisi ini membawa risiko peningkatan berat badan serta potensi lonjakan gula darah yang berbahaya, terutama bagi penderita diabetes dan obesitas. Oleh karena itu, dr. Dicky menyarankan bagi masyarakat yang memiliki masalah kesehatan tertentu untuk tetap memilih kurma murni seperti jenis Ajwa demi menjaga stabilitas energi tanpa beban kalori berlebih.

Meski demikian, tren kuliner ini tetap memiliki nilai gizi jika dikonsumsi dengan batasan yang tepat, karena kandungan protein pada keju dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama bagi tubuh. Kuncinya terletak pada moderasi porsi, di mana masyarakat dianjurkan tidak mengonsumsi lebih dari satu buah kurma keju dalam satu waktu buka puasa. Dengan memperhatikan kondisi fisik dan riwayat penyakit pribadi, masyarakat tetap dapat menikmati tren takjil kekinian ini tanpa harus mengorbankan kesehatan jangka panjang. Penyeimbangan porsi makan sangat diperlukan agar tujuan ibadah puasa untuk detoksifikasi tubuh tetap tercapai secara optimal. Dikutip dari Okezone.com