Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan barometer kemajuan suatu negara dan menjadi faktor penentu utama bagi arah pembangunan nasional. Dalam pembukaan Lokakarya Desa dan Kelurahan Berprestasi di Boyolali, ia menyatakan bahwa kemajuan Indonesia sangat bergantung pada kemandirian desa. Desa kini diposisikan sebagai subjek pembangunan yang aktif, berdaya, dan inovatif, bukan sekadar objek, guna mencapai visi besar Indonesia Emas 2045 melalui tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming menempatkan desa sebagai prioritas utama dalam agenda Astacita. Strategi ini mencakup penguatan ekonomi lokal melalui Badan Usaha Milik Desa serta Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Sektor ekonomi kerakyatan ini diproyeksikan untuk bersinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis dengan cara menyuplai bahan pangan lokal dan memperkuat rantai pasok nasional langsung dari tingkat desa.
Selain fokus pada aspek ekonomi dan administrasi, kemandirian desa juga harus mencakup ketangguhan dalam menghadapi bencana alam dan perubahan iklim. Merespons musibah banjir dan longsor di beberapa wilayah Sumatera, Wamendagri menekankan pentingnya pemanfaatan dana desa untuk mitigasi serta pemulihan pascabencana. Dengan perencanaan yang tepat dan penguatan kapasitas aparatur, desa diharapkan mampu menjaga kesejahteraan masyarakatnya meski berada di tengah tantangan lingkungan yang dinamis. Dikutip dari Antaranews.com
