Waspada! Ancaman Deepfake Meningkat, Simak Cara Menghindari Penipuan Digital Terbaru

Waspada! Ancaman Deepfake Meningkat, Simak Cara Menghindari Penipuan Digital Terbaru

Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, memberikan peringatan serius mengenai meningkatnya ancaman teknologi deepfake yang kini marak terjadi di Indonesia. Teknologi kecerdasan buatan ini memiliki kemampuan untuk memanipulasi wajah serta suara seseorang sehingga tampak sangat nyata, padahal konten tersebut sepenuhnya palsu. Ardi menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan siber memanfaatkan platform media sosial sebagai sumber utama untuk mengambil data pribadi, seperti foto dan rekaman video, yang kemudian diunduh dan diolah untuk melakukan aksi penipuan.

Dalam praktiknya, pelaku sering kali meniru identitas tokoh penting, pimpinan perusahaan, hingga anggota keluarga untuk meyakinkan korbannya. Kondisi ini membuat masyarakat diimbau untuk lebih teliti dalam memverifikasi setiap komunikasi digital dan memahami perilaku atau gaya bicara orang-orang terdekat agar tidak mudah terkecoh oleh manipulasi audio visual. Kewaspadaan ini menjadi sangat krusial mengingat teknologi deepfake kini sudah mampu menghasilkan tiruan yang sangat identik dengan aslinya.

Sejalan dengan hal tersebut, kriminolog Lucky Nurhadiyanto menyoroti bahwa periode libur Natal dan Tahun Baru merupakan waktu yang sangat rawan bagi munculnya berbagai modus penipuan. Pelaku kejahatan siber sering kali menerapkan teknik rekayasa sosial dengan memanfaatkan gaya hidup dan kebutuhan konsumtif masyarakat selama musim liburan. Melalui manipulasi kesadaran dan tawaran-tawaran instan, pelaku mengeksploitasi kelengahan korban yang sedang fokus pada pemenuhan kebutuhan tersier, sehingga masyarakat diminta untuk tetap berpikir rasional dan tidak mudah tergiur oleh informasi yang beredar di ruang siber. Dikutip dari RRI.co.id