Selat Hormuz Ditutup Kembali, DPR: Bukti Nyata Rapuhnya Keamanan Global Saat Ini

Selat Hormuz Ditutup Kembali, DPR: Bukti Nyata Rapuhnya Keamanan Global Saat Ini

Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyoroti penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran yang dilakukan kurang dari 24 jam setelah sempat dibuka. Langkah sepihak Iran yang menuntut pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat ini dinilai mempertegas betapa rapuhnya stabilitas keamanan di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik ini berdampak langsung pada dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang hingga kini nasibnya masih tertahan di jalur maritim paling vital tersebut, sehingga menuntut perhatian serius dari pemerintah pusat guna menjamin keamanan aset nasional.

Dave Laksono menegaskan bahwa instabilitas di kawasan tersebut merupakan ancaman nyata bagi ketahanan energi nasional, mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor BBM dan gas dari Timur Tengah. Meskipun kerja sama strategis dengan Rusia telah berhasil dilakukan untuk diversifikasi pasokan, ketergantungan pada jalur perdagangan internasional tetap menyimpan risiko tinggi bagi ekonomi tanah air. Jika penutupan Selat Hormuz berlanjut, gangguan pasokan energi global dikhawatirkan akan memicu kelangkaan dan lonjakan harga energi yang signifikan di pasar domestik Indonesia.

Merespons krisis ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Juru Bicara Vahd Nabyl Achmad Mulachela menyatakan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan KBRI Tehran dan PT Pertamina International Shipping. Selain memantau aspek teknis pelintasan kapal tanker, Kemlu juga menyiapkan langkah kontinjensi untuk perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Iran, termasuk fasilitas evakuasi jika situasi keamanan memburuk. Diplomasi intensif kini menjadi prioritas utama pemerintah untuk meredakan ketegangan dan memastikan keselamatan warga serta kelancaran distribusi energi nasional di tengah konflik global. Dikutip dari RRI.co.id