Antisipasi Keracunan, Wamenkes Beri Tips Aman Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tangsel

Antisipasi Keracunan, Wamenkes Beri Tips Aman Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tangsel

TANGERANG – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Oktavianus, meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Khusus Negeri 01 Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (20/4). Kunjungan ini bertujuan memastikan distribusi asupan gizi bagi siswa berkebutuhan khusus berjalan optimal. Dalam tinjauan tersebut, Benjamin menyoroti aspek keamanan pangan dan menyarankan agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membatasi jumlah porsi produksi harian guna meminimalisir risiko keracunan makanan akibat pengelolaan yang tidak terkendali.

Wamenkes menegaskan bahwa jumlah ideal produksi makanan di setiap SPPG sebaiknya tidak melebihi 1.000 porsi. Menurutnya, kapasitas yang terlalu besar, seperti mencapai 3.000 porsi dalam satu waktu, sangat berisiko menurunkan standar higienitas dan kualitas kontrol. Dengan jumlah porsi yang lebih terbatas, pengawasan terhadap kandungan gizi dan kebersihan dapur menjadi lebih mudah terpantau. Hal ini didukung oleh temuan di lapangan saat ia berdialog dengan pengelola katering lokal yang rutin mendapatkan supervisi dari Dinas Kesehatan dan terbukti mampu menjaga keamanan pangan tanpa kasus keracunan selama satu tahun terakhir.

Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan bagian dari visi strategis menuju Indonesia Emas 2045 untuk meningkatkan kualitas SDM sejak dini, termasuk balita dan ibu hamil. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Ronny Bona Tua Hutagalung, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, mengapresiasi peran aktif sektor swasta dalam mendukung keberlanjutan program ini. Keterlibatan mitra swasta dinilai krusial dalam memperkuat rantai pasok dan mendorong inovasi teknologi pangan, sehingga standar gizi nasional dapat terpenuhi secara efisien dan merata di wilayah Tangerang Selatan. Dikutip dari RRI.co.id