Rupiah Hari Ini Dibuka Perkasa meski Konflik Timur Tengah Kembali Memanas

Rupiah Hari Ini Dibuka Perkasa meski Konflik Timur Tengah Kembali Memanas

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,19 persen ke level Rp17.136 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 21 April 2026. Meskipun mengawali hari di zona hijau setelah naik 32 poin dari penutupan sebelumnya, mata uang Garuda diprediksi masih rentan terkoreksi. Analis Pasar Uang Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, memperkirakan rupiah berpotensi berbalik melemah (terdepresiasi) menuju level Rp17.190 per dolar AS sepanjang hari ini akibat tekanan eksternal yang cukup kuat.

Sentimen negatif utama dipicu oleh kembali memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat terhadap kapal dagang Iran. Ketegangan ini memicu kekhawatiran global yang menutupi harapan pasar terhadap sikap dovish The Fed terkait pencalonan Kevin Warsh sebagai Gubernur bank sentral AS yang baru. Di saat yang sama, pelaku pasar juga tengah mencermati hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai indikator minat investor terhadap aset domestik.

Dari dalam negeri, tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM dan LPG non-subsidi turut memperberat posisi rupiah. Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai bahwa peningkatan premi risiko terhadap aset domestik membuat ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk melonggarkan kebijakan moneter menjadi sangat terbatas. BI diprediksi akan tetap berhati-hati guna mengantisipasi lonjakan inflasi dari sektor energi dalam beberapa bulan ke depan. Dikutip dari RRI.co.id