Bayar Pakai QRIS di Indonesia, Pertumbuhannya Capai 111,94 Persen

Bayar Pakai QRIS di Indonesia, Pertumbuhannya Capai 111,94 Persen

Bank Indonesia (BI) menyebut transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Tercatat pertumbuhannya mencapai 111,94 persen secara tahunan atau year or year (yoy).

“Transaksi QRIS yang tumbuh tinggi mencapai 111,94 persen (yoy),” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dalam Konferensi Pers RDG April 2026, ditulis Kamis (23/4).

Perry mengatakan, secara keseluruhan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital triwulan I-2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. 

BI mencatat, volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,39 miliar transaksi atau tumbuh 33,76 persen (yoy) pada triwulan I 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.

“Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 7,88 persen (yoy) dan 16,35 persen (yoy),” ujarnya.

Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,4 miliar transaksi atau tumbuh 30,82 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.519 triliun pada triwulan I-2026.

Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,46 juta transaksi atau tumbuh melambat -0,20 persen (yoy), di tengah nominal transaksi BI-RTGS yang tetap tumbuh 11,26 persen (yoy) mencapai Rp 51.490 triliun pada triwulan I-2026.

Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 8,59 persen (yoy) menjadi Rp1.346 triliun pada triwulan I 2026.  

QRIS Indonesia-China Siap Meluncur 30 April 2026

BI mencatat antusiasme penggunaan QRIS lintas negara antara Indonesia dan China melonjak tajam bahkan sebelum resmi diluncurkan. Dalam tahap uji coba (sandbox), volume transaksi tercatat sudah mencapai 1,64 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp556 miliar.

Bank Indonesia menilai capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan terhadap sistem pembayaran lintas negara yang cepat dan praktis semakin tinggi, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi antar negara.

“Kita lihat dalam uji coba itu sendiri transaksinya itu volume transaksinya sudah mencapai 1,64 juta transaksi nominalnya sudah mencapai Rp556 miliar ini baru sandboxing ya baru uji cobanya,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, dalam Konferensi Pers RDG April 2026, Rabu (22/4).

Lebih lanjut, Filianingsih menyampaikan bahwa implementasi QRIS cross border Indonesia-Tiongkok ditargetkan resmi diluncurkan pada 30 April 2026.

sumber merdekacom