Pasca BI-Rate 5,5%, Bank Indonesia Kerek Bunga SRBI untuk Jaga Dana Asing

Pasca BI-Rate 5,5%, Bank Indonesia Kerek Bunga SRBI untuk Jaga Dana Asing

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melanjutkan strategi penguatan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan demi menggenjot masuknya investasi portofolio asing (inflow). Kebijakan taktis ini ditempuh menyusul keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang kembali mengerek suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen pada Senin (9/6/2026). Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa penyesuaian struktur bunga SRBI ini berjalan sesuai mekanisme pasar guna memastikan instrumen investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dan memiliki daya tarik imbal hasil yang tinggi di tengah volatilitas global.

Selain menaikkan bunga SRBI, bank sentral juga meluncurkan sejumlah stimulus penunjang untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, termasuk memberikan insentif penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen. Guna menjaga kecukupan likuiditas perbankan, BI turut membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor 3 hingga 12 bulan dengan target pertumbuhan Uang Primer tetap berada di level double digit atau di atas 10 persen. Fasilitas perluasan repo ini kini diproyeksikan menjadi jangkar utama dalam pengelolaan likuiditas moneter domestik.

Guna memastikan efektivitas kebijakan, BI mengintensifkan operasi moneter melalui pembukaan lelang SRBI dua kali seminggu serta memperkuat intervensi valas lewat transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan NDF di pasar luar negeri. Perry menambahkan bahwa seluruh langkah moneter ini disinergikan secara berkesinambungan dengan kebijakan fiskal pemerintah, khususnya dalam pengelolaan kas negara. Koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter tersebut diharapkan mampu menjadi motor utama dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaya tahan. Dikutip dari Antaranews.com