Lewat Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Latih Ahli Waris Jadi Wirausaha

Lewat Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Latih Ahli Waris Jadi Wirausaha

Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat perlindungan bagi keluarga pekerja melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Berkolaborasi dengan Bank Mandiri melalui Rumah BUMN, OJK, dan Pemprov DKI Jakarta, program ini resmi digelar di Graha BPJAMSOSTEK pada Senin (13/7/2026) dengan dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Lewat sinergi strategis ini, sebanyak 90 ahli waris peserta tidak hanya mendapatkan santunan kematian, melainkan juga dibekali dengan pendampingan usaha yang menyeluruh—mulai dari pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan, hingga digitalisasi pemasaran dan perluasan akses pasar guna mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menegaskan bahwa Program PEKA merupakan wujud tanggung jawab moral lembaga untuk menghadirkan dampak ekonomi jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat melalui konsep 3P (Pelatihan, Produktif, dan Profit). Komitmen ini menjadi sangat krusial mengingat skala penyaluran klaim jaminan sosial yang sangat besar; hingga 30 Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan secara nasional telah membayarkan manfaat klaim mencapai Rp36,09 triliun dari 2.688.827 kasus, dengan wilayah DKI Jakarta sendiri menyerap Rp6,69 triliun dari 385.707 kasus. Program PEKA dirancang agar dana santunan besar tersebut tidak habis sekadar untuk konsumsi sesaat, melainkan dikonversi menjadi modal usaha produktif.

Dukungan penuh juga mengalir dari para pemangku kepentingan yang hadir dalam agenda tersebut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi langkah inovatif ini dalam memperluas makna perlindungan sosial, sementara Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi siap memperkuat edukasi literasi keuangan agar para ahli waris bijak mengelola modal. Di sisi lain, Bank Mandiri berkomitmen memfasilitasi transaksi digital dan akses permodalan bagi UMKM binaan. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Ady Hendratta, menambahkan bahwa program ini telah menjangkau 299 peserta di Jakarta dan 908 peserta secara nasional, dengan target perluasan jangkauan demi melahirkan wirausahawan baru yang tangguh di masa depan. Dikutip dari RRI.co.id