JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat respons amat positif dari pelaksanaan uji coba (piloting) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di sekolah. Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi pekan pertama menunjukkan tingkat konsumsi makanan yang jauh lebih tinggi karena hidangan tersaji lebih segar dan hangat. Selain meningkatkan antusiasme siswa yang kini dapat menambah porsi makanan, metode prasmanan ini dinilai lebih efektif dalam meminimalkan sisa makanan di lingkungan sekolah.
Kendati menunjukkan dampak positif, BGN terus mengkaji kesiapan teknis sekolah serta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelum memperluas skala penerapannya. Sudaryono menekankan pentingnya pendampingan intensif bagi siswa, terutama untuk anak kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar (SD) yang membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan siswa kelas atas. Selain itu, aspek ketersediaan tenaga kerja tambahan untuk operasional dapur dan pelayanan di sekolah menjadi perhatian utama agar mekanisme penganekaragaman porsi berjalan tertib.
BGN menargetkan perluasan uji coba sistem prasmanan ini dapat menjangkau hingga 5.000 titik di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2026. Keberhasilan ekspansi program MBG prasmanan ini akan sangat bergantung pada sinergi dan kesiapan operasional antara pengelola dapur gizi serta pihak sekolah. Dengan persiapan matang dan evaluasi berkesinambungan, BGN optimistis sistem prasmanan mampu menjadi standar pelayanan makan gratis yang efisien, higienis, dan disukai para siswa. Dikutip dari rri.co.id
