Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese resmi menandatangani traktat keamanan bersama di Istana Merdeka, Jakarta. Perjanjian ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemitraan bilateral serta memastikan terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Kedua pemimpin menegaskan bahwa kesepakatan ini mencerminkan tekad bersama dalam menjaga keamanan nasional masing-masing negara melalui koordinasi yang lebih erat.
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kerja sama ini merupakan perwujudan dari kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan prinsip bertetangga baik. Indonesia memilih untuk membangun hubungan berdasarkan rasa saling percaya dan menolak permusuhan dengan negara mana pun. Menurutnya, Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan, sehingga membangun persahabatan yang kuat menjadi pilihan utama demi kepentingan bersama.
Traktat keamanan ini diharapkan menjadi pilar penting bagi stabilitas regional di masa depan. Melalui komitmen yang diteken pada awal Februari 2026 ini, kedua negara sepakat untuk berkontribusi nyata dalam menghadapi dinamika keamanan global. Penandatanganan ini sekaligus menjadi simbol itikad baik Indonesia untuk terus bersahabat dengan semua pihak guna mewujudkan kawasan yang aman dan produktif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Dikutip dari RRI.co.id
