Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah ke Rp17.000 Per Dolar AS Bersifat Sementara

Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah ke Rp17.000 Per Dolar AS Bersifat Sementara

Jakarta – Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp17.000 per dolar AS bersifat sementara. Menurutnya, pergerakan mata uang garuda saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika global seperti gejolak geopolitik dan kenaikan harga energi dunia, dibandingkan kondisi fundamental ekonomi domestik. Fakhrul menjelaskan bahwa pasar keuangan cenderung bereaksi lebih cepat dan mengalami fase overshooting sebelum akhirnya kembali menemukan titik keseimbangan seiring dengan stabilnya sentimen global.

Meskipun sempat tertekan, indikator dasar ekonomi Indonesia seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi yang terkendali, dan stabilitas sektor keuangan tetap menunjukkan performa yang solid. Pada perdagangan Selasa ini, rupiah bahkan menunjukkan sinyal pemulihan dengan menguat ke level Rp16.886 per dolar AS. Fakhrul menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional yang kuat akan menjadi modal utama bagi rupiah untuk pulih lebih cepat ketika tekanan eksternal mereda dan arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan domestik.

Langkah pemerintah dalam memperkuat kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dinilai sebagai strategi yang tepat untuk memperdalam likuiditas valuta asing di dalam negeri. Namun, Fakhrul juga menekankan pentingnya koordinasi yang konsisten antara kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global. Selama fundamental ekonomi tetap terjaga, pelemahan saat ini dipandang sebagai bentuk penyesuaian pasar yang temporer, dan rupiah memiliki potensi besar untuk menguat kembali dalam waktu dekat. Dikutip dari Antaranews.com