Kendari– PT Jasa Raharja Sulawesi Tenggara bersama Tim Pembina Samsat Kendari menggelar aksi Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat yang taat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan SWDKLLJ. Kegiatan apresiasi ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 2 hingga 3 September 2026, bertempat di Kantor Samsat Kendari.
Aksi kolaboratif ini diselenggarakan sebagai bentuk reward atau penghargaan langsung kepada masyarakat yang tertib administrasi kendaraan, sekaligus menjadi stimulus untuk mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak di wilayah Kendari dan sekitarnya.
Selama kegiatan berlangsung, Tim Pembina Samsat menyediakan ratusan paket bahan pokok subsidi bernilai ekonomis yang dapat dibeli oleh masyarakat yang melakukan pembayaran pajak pada periode tersebut, meliputi:
- Beras (5 kg): Rp58.000,- per sak (Tersedia 100 sak)
- Minyak Goreng (1 Liter): Rp21.000,- per botol (Tersedia 100 botol)
- Gula Pasir (1 kg): Rp18.500,- per kg (Tersedia 100 kg)
Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara, Nur Akbar, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud inovasi pelayanan yang berorientasi pada masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk apresiasi dan terima kasih kami kepada masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari, yang telah taat menunaikan kewajibannya membayar PKB dan SWDKLLJ. Kami berharap program reward berkonsep manfaat sosial ini dapat semakin meningkatkan minat dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara secara sah dan aman di jalan raya,” tegas Nur Akbar.
Sementara itu, Kepala UPTB Samsat Kendari, Elly Fitriaty, mengungkapkan bahwa kegiatan ini terbukti efektif menarik antusiasme wajib pajak yang mendatangi kantor pelayanan.
“Melalui sinergi Tim Pembina Samsat, kami ingin memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, wajib pajak tidak hanya mendapatkan kepastian legalitas kendaraannya, tetapi juga membawa pulang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau di bawah harga pasar. Semoga aksi ini dapat memicu kesadaran masyarakat luas untuk tidak menunda pembayaran pajak kendaraannya,” ungkap Elly Fitriaty.
Melalui kegiatan ini, Tim Pembina Samsat Kendari berkomitmen untuk terus menghadirkan terobosan pelayanan yang inovatif, mendekatkan diri kepada masyarakat, serta memperkuat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan demi pembangunan daerah dan perlindungan keselamatan transportasi.
