Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional

Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional

Madrid – Briket serbuk kayu heksagonal asal Indonesia mulai dilirik calon buyer Spanyol untuk memenuhi kebutuhan restoran profesional. Minat tersebut ditunjukkan calon buyer Spanyol, Manuel Oroz, dalam kegiatan business matching yang digelar Atase Perdagangan Republik Indonesia di Madrid. Oroz memberikan perhatian khusus terhadap spesifikasi teknis briket kayu Indonesia, termasuk nilai kalori, fixed carbon, dan ukuran produk. Perwakilan perdagangan RI di Spanyol kemudian menyiapkan tindak lanjut melalui fasilitasi komunikasi bisnis dan pendampingan antara calon buyer dan eksportir Indonesia. “Perwakilan perdagangan RI di Spanyol berkomitmen untuk mempertemukan kebutuhan calon buyer dengan spesifikasi produk yang ditawarkan eksportir Indonesia. Kami harap, fasilitasi komunikasi bisnis dan pendampingan tindak lanjut dapat membantu merealisasikan potensi transaksi pasca-business matching,” ujar Ratna di Madrid, Kamis, 1 Oktober 2026.

Selain briket kayu, penjajakan bisnis juga mencakup produk dan bahan baku lain dari Indonesia. Calon buyer Recycling Fibers menjajaki limbah jaring ikan berbahan nilon 6 untuk diolah menjadi pelet nilon 6. Sementara itu, Desarollos GFJ menunjukkan ketertarikan terhadap produk buah dan sayur olahan Indonesia. Dari sisi eksportir, Charcoal Experience menawarkan briket serbuk kayu heksagonal, arang shisha, dan arang barbeku berbahan kayu keras lokal. Java Charcoal menawarkan briket serbuk kayu heksagonal, arang shisha kelapa, arang barbeku kelapa berbentuk bantal, serta arang kayu alami. Adapun Aruna menjajaki peluang ekspor bahan baku dari limbah jaring ikan atau fishing net waste. Atase Perdagangan RI Madrid juga memantau perkembangan penjajakan, termasuk spesifikasi teknis produk dan pembahasan biaya logistik.

Rangkaian business matching yang berlangsung pada Juli hingga September 2026 tersebut mencatat potensi transaksi sebesar USD2,31 juta atau sekitar Rp41,35 miliar dari tiga kegiatan penjajakan bisnis. Direktur PT Menara Pangan Desa Richardo Petricius mengapresiasi fasilitasi Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI Madrid yang dinilai membuka peluang bagi perusahaan Indonesia memperluas pasar ke Eropa. “Terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah melalui business matching dan bantuan pendampingan pascakegiatan tersebut. Semoga transaksi awal segera terwujud,” ujar Petricius. Sementara itu, perdagangan Indonesia dengan Spanyol mencapai USD1,67 miliar pada Januari-Juli 2026, terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD1,06 miliar dan impor USD610,7 juta. Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD450,8 juta. Dikutip dari rri.co.id