Gelar Pertemuan dengan MSCI, BEI Hadirkan 2 Inisiatif Strategis Baru

Gelar Pertemuan dengan MSCI, BEI Hadirkan 2 Inisiatif Strategis Baru

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) siap menggulirkan dua inisiatif baru guna meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar modal tanah air usai menggelar pertemuan strategis dengan MSCI. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa inisiatif pertama berupa penambahan keterangan status afiliasi pada publikasi nama pemegang saham di atas 1 persen. Sementara inisiatif kedua adalah mengecualikan seluruh saham dengan High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Langkah ini diambil untuk menghadirkan data pasar yang lebih transparan dan berintegritas bagi para investor.

Inisiatif pengeluaran saham terkonsentrasi tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG bertujuan memberikan gambaran pergerakan indeks yang lebih wajar dan terpercaya. Jeffrey menegaskan bahwa kebijakan ini bukan merupakan delisting, sehingga saham-saham HSC tetap dapat diperdagangkan di bursa, meskipun pergerakan harganya tidak lagi memengaruhi IHSG maupun indeks flagship seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Saat ini, porsi saham HSC dalam perhitungan IHSG diperkirakan mencapai sekitar 18 persen, sehingga penyesuaian ini krusial untuk meminimalkan dampak risiko terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Langkah anyar ini menjadi kelanjutan dari komitmen BEI dalam menjalankan reformasi pasar modal secara berkelanjutan. Sebelumnya, BEI telah menerapkan berbagai kebijakan strategis, seperti pengungkapan pemegang saham 1 persen, penyampaian data investor yang lebih granular, peningkatan ketentuan free float, hingga penghapusan batas harga saham minimum Rp50. BEI akan segera mengumumkan jadwal penerapan efektif kedua inisiatif baru tersebut demi mendukung terciptanya tata kelola pasar saham Indonesia yang semakin aman, kredibel, dan berdaya saing global. Dikutip dari rri.co.id