Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Bersama Tim Pembina Samsat Gelar Operasi Gabungan di Kelurahan Banjar

Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Bersama Tim Pembina Samsat Gelar Operasi Gabungan di Kelurahan Banjar

Banjar — Dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor serta mendukung optimalisasi penerimaan negara dan daerah, PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya bersama Tim Pembina Samsat melaksanakan kegiatan Operasi Gabungan di wilayah Kelurahan Banjar, Kota Banjar, pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi antara unsur Tim Pembina Samsat, yang terdiri dari Jasa Raharja, Kepolisian, dan Pemerintah Daerah, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya.
Operasi gabungan dilaksanakan sebagai salah satu langkah strategis untuk melakukan monitoring dan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor yang melintas di wilayah Kelurahan Banjar. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi kendaraan, termasuk status pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi petugas untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu dan memenuhi kewajiban SWDKLLJ sebagai bagian dari perlindungan dasar bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas.

Destrian Aryanto, selaku PJ Samsat Kota Banjar PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya, menyampaikan bahwa kegiatan operasi gabungan merupakan bentuk nyata sinergi Tim Pembina Samsat dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

“Kegiatan operasi gabungan ini merupakan bentuk sinergi Tim Pembina Samsat dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban administrasi kendaraan bermotor. Kami juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pembayaran PKB dan SWDKLLJ bukan hanya kewajiban administratif, tetapi memiliki manfaat yang besar dalam mendukung pembangunan daerah serta memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas,” ujar Destrian Aryanto.

Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat. Pengendara yang ditemui diberikan pemahaman mengenai pentingnya memastikan dokumen kendaraan tetap lengkap dan kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Petugas juga menyampaikan bahwa kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan tertib administrasi serta mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang berkelanjutan.
Bagi masyarakat yang ditemukan belum memenuhi kewajibannya, petugas memberikan informasi dan arahan mengenai mekanisme serta tempat pelayanan yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran dan menyelesaikan kewajiban administrasi kendaraan bermotor.

Melalui pendekatan tersebut, kegiatan operasi gabungan diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan kepatuhan secara administratif, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat agar secara sukarela memenuhi kewajibannya sebelum melakukan aktivitas berkendara.

Selain berkaitan dengan kepatuhan pembayaran PKB dan SWDKLLJ, kegiatan Operasi Gabungan juga menjadi sarana bagi Jasa Raharja untuk terus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

Jasa Raharja senantiasa mendorong masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak, serta menghindari berbagai perilaku berkendara yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Kesadaran untuk tertib administrasi kendaraan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kesadaran untuk tertib dan berkeselamatan dalam berlalu lintas.

Menurut Erma Hermawati, SE., M. Si, upaya peningkatan keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat sebagai pengguna jalan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya tertib dalam administrasi kendaraan, tetapi juga tertib dalam berlalu lintas. Keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kendaraan serta administrasinya dalam kondisi baik, masyarakat turut berkontribusi dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan,” tambahnya.

Pelaksanaan operasi gabungan ini sekaligus menunjukkan komitmen Tim Pembina Samsat dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pelayanan dan pengawasan kendaraan bermotor sekaligus memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai kewajiban dan manfaat yang diterima.

Jasa Raharja sebagai bagian dari Tim Pembina Samsat akan terus mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran SWDKLLJ.

SWDKLLJ merupakan salah satu sumber dana yang dikelola Jasa Raharja untuk memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Melalui kegiatan operasi gabungan, masyarakat diharapkan semakin memahami hubungan antara tertib administrasi kendaraan, kepatuhan membayar kewajiban, dan upaya mewujudkan keselamatan serta perlindungan bagi pengguna jalan.

PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Tim Pembina Samsat dan berbagai stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan Operasi Gabungan di Kelurahan Banjar menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Jasa Raharja di tengah masyarakat, tidak hanya dalam memberikan perlindungan kepada korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif dan edukatif untuk menekan risiko kecelakaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya budaya tertib administrasi dan keselamatan berlalu lintas.

Melalui sinergi yang semakin kuat antara Jasa Raharja, Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan masyarakat, diharapkan tercipta ekosistem transportasi yang semakin tertib, aman, dan berkeselamatan.