Jakarta – Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bersiap menjalankan operasional untuk memperkuat perekonomian desa dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, kesiapan sarana prasarana serta kepastian pasokan barang kebutuhan pokok dan bersubsidi masih menjadi perhatian utama. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto, menyebut sebanyak 160 Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) telah dibangun di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 koperasi menjadi sasaran verifikasi dan validasi lapangan tahap pertama yang diminta Kementerian Koperasi, meliputi pemeriksaan gedung, sarana, dan prasarana pendukung.
Agung menjelaskan, proses verifikasi dan validasi terhadap 79 KDKMP di Kabupaten Purbalingga telah selesai dilaksanakan. Pemerintah daerah kini menunggu arahan lanjutan dari Kementerian Koperasi terkait tahapan operasional berikutnya. Sementara itu, Ketua KDMP Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Marten Nusi, menyampaikan bahwa pembangunan koperasinya telah rampung dan sarana pendukung telah tersedia serta disertifikasi oleh dinas terkait. Meski demikian, ia menilai masih diperlukan kejelasan mengenai pembagian kewenangan antara pengurus dan manajer koperasi, termasuk kedudukan pengurus dalam model pengelolaan oleh Agrinas selama dua tahun.
Selain kesiapan infrastruktur dan tata kelola, pasokan barang Kopdes Merah Putih menjadi faktor penting menjelang operasional. Agung menyebut kewenangan penyediaan barang untuk KDKMP nantinya berada di tangan Agrinas sesuai mekanisme yang ditetapkan. Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah KDKMP di Purbalingga telah menjalankan kegiatan usaha meskipun belum menempati gedung koperasi masing-masing. Kepastian distribusi barang kebutuhan pokok dan bersubsidi, kejelasan mekanisme pengelolaan, serta kesiapan fasilitas diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional Kopdes Merah Putih dan memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa. Dikutip dari rri.co.id
