Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah Resmi Diluncurkan

Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah Resmi Diluncurkan

SURABAYA — Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah resmi meluncurkan logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar A. Tawalla mengatakan, logo Muktamar XIX bukan sekadar identitas visual, tetapi menjadi representasi gagasan, arah gerak, serta komitmen Pemuda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman. Peluncuran logo tersebut juga dirangkaikan dengan Resepsi Milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Dzulfikar menyebut peluncuran logo menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan menuju Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung pada 2-6 Februari 2027 di Surabaya, Jawa Timur. Logo tersebut memiliki sejumlah filosofi, di antaranya tugu yang melambangkan negarawan muda dengan keteguhan, keberanian, dan cita-cita tinggi. Dua tangan menjadi simbol persatuan melalui keterbukaan, pengayoman, perlindungan, kolaborasi, dan ukhuwah. Sementara itu, sembilan kobaran api yang mengelilingi tugu menggambarkan delapan penjuru Nusantara yang berhimpun pada satu titik persatuan di Surabaya, sekaligus merepresentasikan semangat tajdid, pembaruan, pencerahan, dan keberanian menghadirkan perubahan.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Anang Nafi’uzzaki menyatakan kesiapan Jawa Timur menjadi tuan rumah Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah. Ia mengatakan PWPM Jawa Timur bersama kader di 38 kabupaten/kota siap menyambut para utusan, pimpinan, dan kader Pemuda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Selain menjadi momentum konsolidasi organisasi, Muktamar XIX juga diharapkan berlangsung dalam suasana permusyawaratan yang nyaman, kondusif, dan menggembirakan. Dalam kesempatan yang sama, Milad ke-61 KOKAM menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran organisasi dalam pengabdian kepada masyarakat, pengawalan ulama, menjaga persyarikatan, serta aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Dikutip dari Antaranews.com