Pemerintah Dorong Desa Jadi Pilar Utama Ekosistem Pangan Nasional

Pemerintah Dorong Desa Jadi Pilar Utama Ekosistem Pangan Nasional

Semarang – Pemerintah terus mengoptimalkan peran desa dalam membangun ekosistem pangan nasional melalui sinergi antara Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan desa memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan sektor pangan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam acara Penandatanganan Surat Dukungan Asta Cita Presiden Republik Indonesia di Koperasi Desa Merah Putih Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Program MBG membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani melalui kemitraan dengan KDMP dan BUMDes. Badan Gizi Nasional (BGN) juga mendorong setiap SPPG bekerja sama dengan sedikitnya 15 pemasok lokal. Hingga saat ini, Program MBG telah melayani sekitar 63,2 juta penerima manfaat dengan dukungan 148.528 pemasok lokal yang terdiri dari koperasi, BUMDes, UMKM, KDMP, serta berbagai pelaku usaha lainnya.

Selain menjadi pemasok pangan, KDMP juga berperan dalam penyaluran LPG, pupuk bersubsidi, beras SPHP, hingga menjadi offtaker gabah dan jagung ketika harga berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). Pemerintah mencatat hingga 26 Juni 2026 seluruh 83.383 KDMP telah berbadan hukum, dengan sebagian besar telah memiliki akun SIMKOPDES dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Berdasarkan kajian Dewan Ekonomi Nasional, belanja pangan melalui Program MBG diperkirakan mencapai Rp69,4 triliun hingga Rp172,2 triliun serta berpotensi menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja, sehingga memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Dikutip dari RRI.co.id