Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melakukan komunikasi diplomatik secara intensif melalui telepon dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan Teluk. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah Indonesia menyusul eskalasi konflik bersenjata setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Komunikasi antar-kepala negara tersebut bertujuan untuk membahas stabilitas keamanan di Timur Tengah yang kian mengkhawatirkan serta dampaknya terhadap perdamaian global.
Sugiono menjelaskan bahwa hampir seluruh pemimpin negara di kawasan Teluk, yang meliputi Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Oman, telah dihubungi oleh Presiden Prabowo. Sementara itu, untuk komunikasi dengan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dari Arab Saudi, pemerintah saat ini masih menunggu penyesuaian jadwal yang tepat. Meski detail pembicaraan bersifat tertutup, upaya ini menegaskan posisi aktif Indonesia dalam memantau situasi di kawasan yang terdampak langsung oleh ketegangan geopolitik tersebut.
Selain menjalin komunikasi dengan para pemimpin Teluk, Presiden Prabowo juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran sebagai mediator. Sugiono menyebutkan bahwa Indonesia bersedia membuka ruang mediasi jika pihak-pihak yang bertikai, terutama Iran dan Amerika Serikat, menyatakan keinginan untuk menempuh jalur dialog. Kesiapan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjalankan amanat konstitusi untuk ikut serta menjaga ketertiban dunia dan mencegah perluasan konflik yang dapat mengancam stabilitas ekonomi serta keamanan internasional. Dikutip dari Antaranews.com
