Atasi Cuaca Ekstrem, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca di Wilayah Jawa-Bali

Atasi Cuaca Ekstrem, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca di Wilayah Jawa-Bali

Jakarta – Pemerintah secara resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah strategis, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali, mulai Rabu (4/3). Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan yang membayangi wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah terkait guna memastikan efektivitas operasi di lapangan.

Kemunculan bibit siklon 90S dan 93S di Samudera Hindia bagian selatan Jawa diidentifikasi sebagai pemicu utama cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Operasi modifikasi cuaca ini dilakukan dengan tujuan menekan curah hujan sebesar 20 hingga 40 persen di area tertentu. Dengan pengurangan intensitas hujan tersebut, diharapkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga lahan dan infrastruktur di wilayah terdampak menjadi lebih siap menghadapi fluktuasi cuaca.

Selain di tiga provinsi utama, BMKG juga terus memantau kondisi cuaca di DKI Jakarta untuk menentukan perlunya perluasan operasi modifikasi cuaca dalam waktu dekat. Teuku Faisal Fathani menekankan bahwa keberhasilan penanganan cuaca ekstrem ini juga harus didukung oleh kesiapan infrastruktur di darat. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk menjaga kondisi drainase, melakukan normalisasi sungai secara rutin, serta menjaga sempadan. Operasi ini direncanakan akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan selama potensi ancaman bibit siklon masih terdeteksi di wilayah Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com