PLN Terapkan Smart and Green Building di 10 Gedung untuk Efisiensi Energi

PLN Terapkan Smart and Green Building di 10 Gedung untuk Efisiensi Energi

Jakarta – PT PLN (Persero) meluncurkan program Smart and Green Building untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi perusahaan melalui sistem pengelolaan energi digital. Program tersebut mulai diterapkan pada 10 gedung PLN, termasuk Gedung Trapesium Kantor Pusat PLN di Jakarta sejak awal 2026. Dalam implementasinya, PLN memasang PLTS atap, sistem pengatur listrik, serta pendingin ruangan berbasis digital yang terintegrasi dalam satu platform manajemen energi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan transformasi teknologi mendorong PLN beralih menjadi Energy Digital Platform yang mampu mengelola ekosistem energi secara lebih fleksibel dan modern. Menurutnya, konsep smart and green building menjadi bagian penting dari strategi transisi energi perusahaan. Sementara itu, Komisaris Independen PLN Andi Arief menilai program tersebut menunjukkan komitmen PLN dalam menerapkan efisiensi energi dan keberlanjutan di lingkungan perusahaan.

PLN menargetkan pemasangan PLTS atap berkapasitas 1.100 kilowatt peak pada tahap awal program serta pengoperasian 471 unit Internet of Things (IoT) Smart AC yang terhubung dengan sistem pemantauan digital. Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN Khairullah menjelaskan bahwa program akan diterapkan bertahap hingga 2035 pada ratusan gedung PLN Group di seluruh Indonesia. Dalam roadmap 2026–2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS atap mencapai 12 megawatt peak (MWp) dan pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent. Dikutip dari RRI.co.id