Jakarta – Pemprov DKI Jakarta menunjukkan kepedulian tinggi terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyalurkan bantuan dana sebesar Rp3,8 miliar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa dana bantuan tersebut murni berasal dari penggalangan sukarela para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI. Selain bantuan finansial, Pemprov DKI juga telah memberangkatkan tim tenaga kesehatan secara langsung ke lokasi bencana guna mempercepat penanganan medis bagi warga terdampak.
Sebagai upaya memperluas skala bantuan, Gubernur Pramono Anung turut mendorong keterlibatan dana corporate social responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar ikut serta meringankan beban pascagempa di NTT. Kolaborasi antara sumbangsih sukarela ASN dan kontribusi sektor swasta/BUMD ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemulihan berbagai kebutuhan mendesak di daerah terdampak. Pemprov DKI menegaskan komitmen penuhnya untuk terus hadir membantu meringankan masa pemulihan masyarakat NTT secara berkelanjutan.
Di sisi lain, langkah tanggap darurat ini turut diselaraskan dengan komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam memulihkan infrastruktur publik yang rusak akibat gempa. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kementeriannya bergerak cepat membuka kembali akses jalan yang terputus, memulihkan fasilitas air bersih, serta memperbaiki sekolah dan hunian warga. Sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian PU dan pemerintah daerah seperti Pemprov DKI ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat NTT secara menyeluruh. Dikutip dari RRI.co.id
