JAKARTA – Korlantas Polri berkomitmen mengedepankan pendekatan humanis dan sentuhan hati untuk meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa wajah baru Polantas saat ini tidak lagi sekadar berfokus pada penindakan hukum atau tilang, melainkan melalui jalinan silaturahmi. Salah satu langkah nyatanya adalah peluncuran program “Polantas Menyapa” yang merangkul komunitas jalanan, termasuk rencana pembentukan “Ojol Nusantara” bersama Jasa Raharja yang kini telah didukung oleh 15 Polda di berbagai wilayah Indonesia.
Selain membangun kedekatan dengan pengendara, Korlantas Polri juga serius membenahi kompetensi pengemudi melalui transformasi Indonesia Safety Driving Center (ISDC) di Serpong. Fasilitas ini difokuskan untuk mengedukasi dan melatih ribuan pengemudi secara bertahap agar lebih tertib, disiplin, dan patuh terhadap aturan di jalan raya. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran secara signifikan melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Di sisi lain, penegakan aturan terkait isu krusial seperti kendaraan Over Dimension dan Overload (ODOL) secara nasional juga terus diakselerasi. Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri telah menyusun roadmap strategis untuk menyelesaikan persoalan ODOL ini secara komprehensif pada tahun 2027. Melalui Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 di STIK Jakarta ini, Kakorlantas berharap penguatan koordinasi lintas sektoral mampu menghasilkan kebijakan yang lebih terukur berbasis data demi pelayanan publik yang optimal. Dikutip dari RRI.co.id
