DEN Pastikan Stok BBM Pertamina Aman, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

DEN Pastikan Stok BBM Pertamina Aman, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Jakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) menyusul fluktuasi kondisi energi global. Anggota DEN, M. Kholid Syeirazi, menegaskan bahwa pemerintah bersama Pertamina terus melakukan upaya terbaik untuk menjamin ketersediaan stok BBM di dalam negeri. Saat ini, ketahanan stok BBM nasional tercatat berada di atas 20 hari, angka yang melampaui cadangan operasional minimal yang ditetapkan BPH Migas. Meski situasi energi dunia tengah tertekan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, kondisi Indonesia dinilai masih jauh lebih stabil dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Kholid menjelaskan bahwa tantangan besar saat ini adalah tingginya beban fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus angka 100 dolar AS per barel. Setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi hingga Rp10,3 triliun. Oleh karena itu, penyesuaian harga BBM menjadi langkah yang sulit namun perlu diambil untuk menjaga kesehatan APBN. Masyarakat diharapkan memiliki sense of crisis dengan cara bijak dalam mengonsumsi energi serta memahami bahwa penyesuaian harga merupakan upaya pemerintah dalam mendistribusikan beban secara adil di tengah krisis global.

Senada dengan DEN, Komisi XII DPR RI turut mengapresiasi langkah sigap Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional. Anggota Komisi XII, Sartono Hutomo, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks terkait kelangkaan atau kenaikan harga yang belum terverifikasi. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah atau Pertamina dan menghindari tindakan penimbunan yang dapat merusak jalur distribusi. Dengan kolaborasi antara pengawasan pemerintah dan sikap bijak masyarakat, ketahanan energi nasional diharapkan tetap kokoh menghadapi ketidakpastian pasar internasional. Dikutip dari Antaranews.com