Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.130 per Dolar AS, Terbebani Defisit APBN

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.130 per Dolar AS, Terbebani Defisit APBN

JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa pagi, terkoreksi 25 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.130 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa pelemahan ini dipicu oleh sentimen domestik yang masih sangat lemah. Tekanan utama datang dari melonjaknya defisit APBN per Maret 2026 yang mencapai Rp240,1 triliun—naik drastis 140 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu—serta adanya penurunan peringkat (downgrade) proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia ke level 4,7 persen.

Kondisi fundamental ekonomi dalam negeri kian tertekan dengan menyusutnya cadangan devisa (cadev) Indonesia menjadi 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026. Meskipun neraca perdagangan Februari 2026 masih mencatatkan surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS berkat penurunan impor migas, angka ini dinilai belum cukup kuat untuk menopang mata uang Garuda di tengah tren penurunan surplus secara umum. Para investor kini cenderung bersikap waspada melihat kombinasi antara pengetatan anggaran dan melambatnya indikator makroekonomi nasional.

Kendati dibayangi sentimen negatif domestik, rupiah masih memiliki peluang untuk menguat seiring dengan pulihnya sentimen pasar global. Penurunan harga minyak dunia ke bawah level 100 dolar AS per barel serta harapan pasar terhadap kelanjutan perundingan damai antara AS dan Iran menjadi angin segar yang dapat menahan depresiasi lebih lanjut. Berdasarkan dinamika tersebut, nilai tukar rupiah hari ini diprediksi akan bergerak fluktuatif dalam rentang harga Rp17.050 hingga Rp17.150 per dolar AS. Dikutip dari Antaranews.com