Kalimantan Tengah – Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah melalui Penanggung Jawab KPJR Sampit, Vicky S. Irawan, melaksanakan kegiatan Safety Campaign sekaligus sosialisasi fitur Lapor Laka pada aplikasi JRKu kepada para pengemudi ojek online Maxim di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur pada Jumat (29/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Jasa Raharja dalam meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas yang berkeselamatan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung percepatan penanganan korban kecelakaan lalu lintas.
Dalam kegiatan tersebut, para pengemudi ojek online mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan selama berkendara, serta memahami risiko-risiko yang dapat menyebabkan kecelakaan di jalan raya. Selain itu, Jasa Raharja juga memperkenalkan fitur Lapor Laka pada aplikasi JRKu yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam melaporkan kejadian kecelakaan lalu lintas secara cepat dan terintegrasi sehingga proses penanganan terhadap korban dapat segera dilakukan.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, menyampaikan bahwa pemanfaatan fitur Lapor Laka diharapkan dapat mendukung percepatan penanganan korban kecelakaan, khususnya dalam memastikan golden period penanganan korban guna menurunkan tingkat fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas. “Keselamatan berlalu lintas harus menjadi kesadaran bersama, terutama bagi para pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya. Melalui edukasi keselamatan dan pemanfaatan fitur digital seperti Lapor Laka, kami berharap masyarakat dapat lebih cepat melaporkan kejadian kecelakaan sehingga penanganan terhadap korban dapat dilakukan secara optimal dan tepat waktu,” ujar Alfin Syahrin.
Jasa Raharja Kalimantan Tengah akan terus memperkuat upaya preventif melalui edukasi keselamatan berlalu lintas serta pengembangan layanan berbasis digital yang mudah diakses masyarakat. Dengan sinergi bersama komunitas transportasi online dan stakeholder terkait, diharapkan budaya tertib berlalu lintas dapat semakin meningkat serta mampu menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di wilayah Kalimantan Tengah.
