Jakarta – Manajemen Pelabuhan Sunda Kelapa berkomitmen meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional dengan mengoptimalkan berbagai aset idle atau lahan menganggur di kawasan pelabuhan. General Manager Pelabuhan Sunda Kelapa, Ahmad Fahmi, menyatakan bahwa strategi ini bertujuan untuk mendongkrak pendapatan perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional. Melalui kerja sama pemanfaatan lahan secara strategis, pelabuhan bersejarah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Fokus optimalisasi saat ini mencakup tiga titik utama, yaitu lahan eks KSOP seluas 4.000 meter persegi, area eks perkantoran seluas 1.200 meter persegi, dan dermaga Zona VIII sepanjang 200 meter. Lahan eks KSOP direncanakan bakal disulap menjadi area pergudangan dan lapangan penumpukan guna memperlancar arus logistik. Sementara itu, area eks perkantoran akan dikembangkan menjadi pusat UMKM, dan dermaga Zona VIII disiapkan untuk mendukung pelayanan penumpang sebagai hasil relokasi dari kawasan Ancol.
Sebagai pelabuhan tertua di Indonesia, Pelabuhan Sunda Kelapa terus bertransformasi agar tetap relevan di industri maritim modern. Ahmad Fahmi menegaskan bahwa setiap aset yang sebelumnya tidak produktif kini diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang lebih nyata. Langkah ini tidak hanya memperbaiki kinerja operasional internal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya modernisasi fasilitas pelabuhan tanpa menghilangkan nilai historisnya sebagai salah satu gerbang ekonomi penting di Jakarta. Dikutip dari Antaranews.com
