Jakarta – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menindak tegas delapan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang memenuhi trotoar di sepanjang Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Penertiban ini dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan warga dan video viral di media sosial yang memperlihatkan kerumunan pengemis serta manusia gerobak yang mengokupasi fasilitas pejalan kaki. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi, mengonfirmasi pada Jumat (15/5/2026) bahwa delapan orang yang terjaring tersebut kini telah dievakuasi ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 untuk mendapatkan penanganan serta pembinaan lebih lanjut.
Berdasarkan data petugas, sebagian besar PPKS yang diamankan merupakan warga lanjut usia (lansia) yang berasal dari berbagai daerah di luar Jakarta, seperti Tegal, Brebes, hingga Kediri. Mereka kedapatan menggelar tikar dan spanduk di trotoar mulai dari kawasan Halte Mampang Prapatan hingga arah Warung Buncit untuk mengharap bantuan dari pengguna jalan. Pihak Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menyebutkan bahwa fenomena ini sering terjadi karena Jakarta dianggap memiliki peluang ekonomi yang tinggi, ditambah posisi Jakarta Selatan yang berbatasan langsung dengan kota penyangga seperti Depok dan Tangerang.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mengembalikan fungsi trotoar demi kenyamanan publik sekaligus memberikan solusi kemanusiaan bagi para PPKS. Selain pembinaan di panti sosial, petugas juga memfasilitasi proses pemulangan ke daerah asal melalui kerja sama transportasi resmi agar penanganan masalah sosial ini berjalan tertib dan terkoordinasi. Penertiban rutin akan terus ditingkatkan di titik-titik rawan guna memastikan ketertiban umum di wilayah ibu kota tetap terjaga. Dikutip dari Antaranews.com
